Showing posts with label perabotan. Show all posts
Showing posts with label perabotan. Show all posts

Saturday, February 6, 2016

Cara Menghilangkan Noda Gosong pada Panci



 

Anda kesulitan menghilangkan noda gosong pada panci, ketel atau penggorengan ? Berikut ada cara mudah untuk menghilangkannya.
  • 1. Masak air di dalam panci atau peralatan masak lainnya yang gosong. Airnya jangan terlalu banyak, cukup sampai noda gosongnya terendam saja
  • 2. Segera tambahkan satu sendok makan asam sitrun/citrun zuur. Bahan ini bisa dibeli di toko-toko kue gitu biasanya, harganya juga murah.
  • 3. Masak air dan larutan asam sitrun tersebut sampai mendidih, kalau s udah mendidih segera angkat panci/peralatan masak yang gosong tersebut dan buang airnya.
  • 4. Setelah itu, tinggal cuci lagi panci/alat masak yang gosong tersebut dengan sabun cuci seperti biasa.
Silahkan dicoba ya.. :)

Wednesday, January 21, 2015

Membuat Walk-In Closet Sendiri



Video ini bisa menjadi inspirasi untuk para mommies untuk membuat walk in closet sendiri. Terlihat mudah memang..  Apakah benar semudah yang terlihat..? Kita tidak akan tahu sebelum mencobanya.. :D

Monday, August 26, 2013

Tips Merawat Peralatan Masak Anti Lengket

Panci anti lengket merupakan salah satu penemuan paling baik di dunia perlengkapan dapur. Dengan panci atau wajan ini, memasak jadi lebih mudah. Lagi pula wajan serta perlengkapan masak lain yang berlabel anti lengket memang sengaja diciptakan untuk menghasilkan makanan yang lebih sehat, karena berarti mengurangi jumlah minyak yang dipakai. Disamping itu juga menghemat waktu untuk mencuci dan membersihkannya.

Dengan segala keunggulan yang dimiliki, penting juga untuk menjaga panci dan wajan anti lengket agar tetap awet sehingga dapat digunakan untuk waktu yang lama.


Bila di dasar panci atau wajan ada kerak hitam, gunakan citrun untuk membersihkannya.

Caranya : 

Masak air yang telah diberi citrun dan rendam bersama alat dapur yang gosong tersebut. Setelah itu, cuci dengan sabun seperti biasa, untuk melepaskan kerak hitamnya, sehingga alat masak akan kembali bersih. 

Selain itu ada beberapa kebiasaan yang harus dihindari dengan panci atau wajan anti lengket anda :


  1. Jangan memotong daging, sayuran atau bahan lainnya di dalam panci atau wajan dengan pisau metai, karena akan mengakibatkan goresan di permukaan. Walau goresannya hanya sedikit, namun tetap bisa membuat panci atau wajan tersebut berkarat.
  2. Gunakan peralatan dari karet atau spatula silicon untuk mengambil makanan dari panci atau wajan supaya tidak menimbulkan gores.
  3. Perubahan suhu air yang drastis, misalnya wajan dalam keadaan sangat panas langsung disiram air dingin dapat menyebabkan kerusakan pada bentuk lapisan, sehingga tak bisa digunakan lagi untuk memasak. Sehabis dipakai, sebaiknya biarkan wajan benar-benar dingin sebelum dicelupkan ke air untuk dicuci.
  4. Sabut cuci piring umumnya cukup keras untuk mencuci semua peralatan anti lengket. Akibatnya peralatan masak anti lengket jadi rusak. Sebaiknya cuci dengan tangan kemudian langsung dilap hingga kering. Pastikan sudah benar-benar kering sebelum disimpan.
  5. Hampir semua peralatan masak anti lengket di desain untuk memasak dengan panas rendah hingga sedang. Panas yang terlalu tinggi dapat mengakibatkan lapisan anti lengket meleleh atau melepuh, sehingga membuat wajan atau panci jadi rusak.
  6. Untuk merawat dan membuatnya panjang umur, ada baiknya baca aturan pakai mengenai panas yang dapat digunakan oleh masing-masing peralatan tersebut. Setiap merk tentu memiliki aturan yang berbeda-beda
Selamat mencoba :)

Sumber : tokoprogo.com

Monday, July 29, 2013

Tips Membersihkan Noda Membandel Pada Keramik dan Perabot Porselen

Noda pada Keramik
Untuk menghilangkan noda pada keramik seperti lantai, kamar mandi dan kloset bukan hal yang mudah, bisa bikin kita kerepotan. Malah mungkin bisa bikin encok kita kambuh lagi,…(wah bisa berabe neh..). Apalagi jika noda tersebut adalah noda membandel yang sulit dihilangkan, seperti percikan semen yang telah mengering, lumut, kerak, noda kusam dan lain-lain.
       
Cara non alami seperti produk2 pembersih pabrikan, memang terkadang bisa membersihkan, namun selain harga yang tidak bersahabat, zat aktifnya bisa berefek negatif, antara lain bersifat Korosif, melukai kulit tubuh, dan gas yang dikeluarkan bisa berbahaya bagi pernafasan.



CUKA
Tips alami, aman dan pasti murah meriah untuk merontokkan noda bandel pada lapisan keramik adalah dengan bumbu dapur yaitu Cuka. Sifat Cuka yang asam dapat mengubah zat-zat tertentu sehingga dapat merontokkan noda membandel pada lapisan keramik dengan sangat efektif. 

Langkah-langkahnya  adalah:

  • Lantai Keramik

Tuangkan cuka secukupnya pada bagian lantai yang terdapat noda dan diamkan selama 5 menit, kemudian gosok dengan lap pel hingga bersih.

  • Kloset

Masukkan kedalam botol spray campuran cuka dan air, lalu semprotkan merata ke seluruh permukaan kloset, diamkan beberapa saat, kemudian lap dengan kain lembut atau spons. Sebagai penghilang bakteri, gunakan cairan anti bakteri atau larutan pemutih dan air dan siram hingga bersih.

  • Showerhead

Masukkan campuran cuka dan air kedalam kantong plastik, kemudian masukkan kepala shower dan ikat dengan karet sehingga kepala shower terendam dan biarkan selama kurang lebih satu jam. Lepaskan kantong dan biarkan air mengalir perlahan, langkah terakhir adalah lap dengan kain hingga bersih.

  • Bathtub

Untuk perawatan, semprot dengan campuran air dan cuka. Sedangkan untuk noda membandel dan kusam, taburkan bubuk baking soda pada noda dan diamkan beberapa saat. Lalu campurkan cuka dan gosok dengan spons atau sikat lembut, terakhir bilas dengan air hingga bersih.

BELIMBING WULUH 
Tips alami lain untuk membersihkan noda pada permukaan keramik adalah dengan belimbing wuluh. Zat asamnya yang sangat tinggi dapat merontokkan noda yang sangat membandel sekalipun.

Langkah-langkahnya adalah:

Kupas blimbing wuluh, gosokkan pada noda, lalu diamkan kurang lebih 10 menit. Gosok dengan kain lap atau sikat plastik hingga bersih. Untuk noda pada nat keramik, gosok dengan sikat gigi, jika perlu tambahkan sabun pembersih pada sikat. Setiap 2 blimbing wuluh mampu membersihkan keramik ukuran 20 cm x 20 cm.

Noda pada Perabot Porselen
Untuk membersihkan noda kusam pada perabot yang sangat bandel, seperti: mug, cangkir, gelas, piring, meja dapur dan lain-lain, sebelum dicuci seperti biasa, semprotkan cuka terlebih dahulu pada noda dan biarkan beberapa saat, kemudian gosok dengan busa pembersih dan bilas hingga bersih.

Untuk membersihkan dengan blimbing wuluh, gosok noda pada permukaan perabot, diamkan beberapa saat lalu bilas dengan air sampai bersih.

Akhirnya, Selamat Mencoba bagi yang belum pernah mencoba…...!!!
Semoga berhasil.........!!!!

Sumber : alizainsyahab.blogspot.com

Saturday, July 27, 2013

Tips Merawat Peralatan Dapur

Pisau dapur. 
Setelah digunakan untuk memotong bawang, bau bawang biasanya masih menempel pada pisau. Untuk menghilangkan bau bawang pada pisau, gunakanlah pisau itu untuk memotong kentang beberapa kali. Jika baunya masih ada, pangganglah pisau di atas api

Ketel. 
 Ketel yang sudah lama dipakai dipakai, perlu dibersihkan karena dindingnya berkerak sehingga menghambat proses pemanasan. Isi ketel dengan air, beri sedikit cuka dan garam ,kemudian diamkan semalam. Keesokan harinya kerak akan lepas dengan mudah.



Panci dan wajan.
 Panci dan wajan yang berkerak, dapat dibersihkan dengan menyiramkan larutan garam dan cuka. Panci alumunium akan berkilau kembali bila digunakan untuk memasak potongan apel, tomat atau kentang.

Parutan besi. 
 Karat pada parutan besi bisa dihilangkan dengan cara parutkan potongan singkong yang sudah dikupas. Diamkan selama 1 jam, kemudian cuci dan olesi dengan minyak goreng.

Talenan kayu. 
Talenan kayu yang kusam bisa dibersihkan dengan taburkan garam, kemudian gosok dengan potongan jeruk nipis atau lemon, kotoran akan mudah terangkat.

Panci dan wajan teflon. 
Penyimpanan panci atau wajan teflon sebaiknya jangan ditumpuk. Jika harus ditumpuk lapisi tiap peralatan dengan tissue agar lapisan teflonnya tidak tergores.

Sumber : galeriasik.blogspot.com

Saturday, October 1, 2011

Tips Menata Rumah Mungil

Memiliki rumah mungil dengan luas tanah sekitar 105 meter persegi bukan berarti menjadi masalah menjadikannya menarik. Rumah mungil tetap nyaman asalkan Anda tahu cara menyiasatinya.

Kunci kenyamanan tinggal di rumah dengan lahan yang terbatas ialah pemilik rumah harus memerhatikan pembagian ruangan berdasarkan fungsinya. Kebutuhan akan ruang di dalam rumah mungil harus diatur secara efektif dan efisien.



Berikut beberapa langkah yang bisa Anda pertimbangkan:

1. Manfaatkan Ruang dengan Efisien. Cermati ruang-ruang kosong yang ada di rumah, manfaatkan untuk meletakkan barang. Misalnya di bawah tangga, Anda dapat menempatkan perabotan atau perkakas atau sebagai storeage. Bisa juga di bawah wastafel untuk menyimpan barang.

2. Perhatikan Faktor Pencahayaan dalam Ruang. Sinar cahaya lampu yang Anda dapat manfaatkan berwarna kuning dan putih. Cahaya lampu berwarna kuning memberi kesan lebih hangat, alami, dan romantis. Sementara cahaya lampu berwarna putih memberi kesan formal, luas, dan bersahabat. Perhatikan juga jarak penempatan lampu di tiap ruangan.

3. Atur Letak Jendela dan Tepat Memilih Kaca. Peletakan jendela harus tepat posisinya, begitu juga pemakaian kaca di dalam rumah dapat membuat rumah terlihat lebih luas. Pakailah ukuran jendela yang tidak besar dan kaca tidak bermotif. Jendela dipasang dengan posisi tepat agar dapat menyerap sinar matahari, memberi kehangatan, dan membantu sirkulasi udara dalam rumah.

4. Cat Dinding dengan Warna Terang. Sebaiknya Anda memilih warna-warna terang untuk dinding, pasalnya warna gelap akan memberi kesan ruangan lebih sempit dan lesu. Kalau Anda senang memakai wallpaper, pilihlah yang bermotif ringan dan berwarna lembut. Motif misalnya garis tipis atau kotak tipis. Tujuannya untuk mengistirahatkan pandangan mata.

5. Tangga Dibuat Ringan. Bila rumah mungil Anda terdiri dari dua lantai, sebaiknya memilih tangga dari bahan yang ringan karena akan terlihat tidak memakan ruangan yang sudah sempit. Di bawah tangga bisa dimanfaatkan menempatkan barang. Namun, hindari menumpuk barang di situ karena ruangan akan terlihat berantakan.

6. Pemilihan Furnitur. Sebaiknya Anda memilih furnitur dengan desain sederhana. Pilih juga warna furnitur yang lembut. Tujuannya agar menghasilkan efek luas dan ringan. Sebagai sentuhan alam, masukkan unsur-unsur alam seperti tanaman dalam pot atau bunga di dalam rumah.

7. Pakailah Cermin. Cermin dapat dipasang pada sudut rumah tertentu di dalam rumah. Seperti diketahui, kegunaannya selain untuk mematut diri dapat juga menyiasati ruang yang sempit. Cermin tidak usah terlalu besar dan terlalu banyak. Tempatkan di satu sudut dan berfungsi memberi kesan luas di dalam ruangan.

Selamat mencoba!

Sumber: kompas.com

Tuesday, June 21, 2011

Ruang Makan: Pilih Dua, Empat, atau Enam Kursi?

Apakah ruang makan harus selalu terdiri dari satu meja lebar dan banyak kursi? Tidak juga!
Kebanyakan keluarga Indonesia merasa "wajib" menempatkan meja makan berukuran besar dengan banyak kursi, di ruang makan mereka. Mungkin terbawa tradisi sejak zaman dahulu, bahwa makan selalu bersama seluruh anggota keluarga. Jika sampai saat ini, Anda memang tinggal bersama keluarga besar yang beranggotakan lebih dari empat orang, konsep ruang makan berkursi banyak tentu sangat pas untuk Anda. Tapi bagaimana dengan yang hidup di kota besar, hanya berdua dengan pasangan, tinggal pun di rumah berukuran pas-pasan?



Jika kondisinya demikian, mengapa harus memaksakan menempatkan meja berukuran besar dan banyak kursi? Tempatkan saya satu buah meja kecil dengan dua buah kursi. Buat merapat ke dinding, dengan demikian banyak lahan kosong tersisa, yang bisa digunakan untuk kebutuhan lainnya. Atau lebih ringkas lagi buat meja bar.

Pemilihan ukuran meja dan jumlah kursi makan terdengar seolah bukan masalah besar, tapi tidak akan jadi sepele lagi kalau kaitannya dengan ukuran lahan. Jadi, soal jumlah kursi dan ukuran meja makan sesuaikan saja dengan kebutuhan dan kebiasaan sehari-hari. Misalnya, Anda memang hanya tinggal berdua, tapi kerap menjamu keluarga dan tamu di rumah, maka Anda harus mempertimbangkan menempatkan meja yang lebih besar.

Dengan menempatkan segala sesuatu sesuai kebutuhan, setiap ruang di rumah akan berfungsi lebih efektif dan efisien. ANda pun akan merasa lebih nyaman di rumah.

Sumber : ideaonline