Sunday, August 30, 2015
SAHID YOGYA LIFESTYLE CITY…..CALON PRIMADONA MALL DAN CONDOTEL DI JOGJA
SAHID YOGYA LIFESTYLE CITY…..CALON PRIMADONA MALL DAN CONDOTEL DI JOGJA
Sahid Group akan membangun Lifestyle Mall seluas 24.000 m2 yang nantinya akan berisi specialty stores, jaringan bioskop, toko buku, amusement centre, fitness center and spa, restoran serta lainnya.
“Untuk SYLC ini, nilai investasi yang kami keluarkan yakni sebesar Rp450 Miliar, dana tersebut berasal dari modal kami, bank dan juga dari penjualan,” ujarnya.
Dia menambahkan rencana pengembangan ini, sudah mendapatkan respon yang cukup positif dari para investor, karena letaknya yang strategis yakni di area kampus, sejak dibuka penjualan pada 6 Juli lalu, sudah terjual sekitar 15%.
Diperkirakan pembeli akan di dominasi oleh investor Jakarta, namun ternyata, pembeli condotel tersebut tak hanya dari Jakarta, Temanggung dan juga orang-orang Jogja. Condotel ini ditawarkan dengan harga mulai dari Rp800 juta sedangkan untuk apartemen ditawarkan mulai dari harga Rp300 juta.
“Condotel ini sangat bagus untuk investasi, kami sudah memperkirakan dalam 7 tahun, investor sudah bisa balik modal,” jelasnya pada kesempatan yang sama.
Direktur PT. Sahid Inti Dinamika Exacty Sukamdani Sryantoro menambahkan sebagai investor, pihaknya mencoba memberikan kemauan dari investor.
Wednesday, August 26, 2015
SAHID YOGJA LIFESTYLE CITY
SAHID YOGJA LIFESTYLE CITY
I. TUJUAN
Dengan semakin maraknya kegiatan pariwisata di kota Yogyakarta yang ditandai dengan semakin meningkatnya kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara, mendorong industri yang mendukung kegiatan kepariwisataan juga semakin meningkat, misalnya transportasi pesawat udara, perhotelan, restaurant, dll.
Ditunjang pula dengan predikat kota Yogyakarta sebagai kota pendidikan dan kota wisata, maka kegiatan-kegiatan yang terkait dengan bidang pendidikan tetap akan selalu ada dan menjadi semakin meningkat, khususnya kegiatan seminar, work shop, reuni, dll.
Bertitik tolak dari uraian tersebut di atas, PT Sahid Inti Dinamika sebagai salah satu perusahaan dibawah naungan Sahid Group sangat berkeinginan untuk mewujudkan Sahid Jogja Lifestyle City yang berlokasi di lahan Hotel Sahid Raya Yogyakarta.
Terletak di lokasi kawasan Pendidikan dan sangat dekat dengan Bandara Adi Sucipto, membuat lokasi Hotel Sahid Raya Yogyakarta menjadi tempat yang sangat ideal bagi para pengunjung yang akan melakukan kegiatan bersantai, rekreasi kulinair, berbelanja, menginap dan menghuni.
II. FASILITAS
Mall : 24.000 m2:
- Super market
- Bioskop jaringan 21
- Funworld
- Gold Gym Fitness Center
- Retails
- Restaurant, dll
Kondotel: 319 unit,
- type Superior , net 20,79 m2, semi gross 25,72 m2: 231 unit
- type Junior Suite, net 30,09 m2, semi gross 37,22 m2: 56 unit
- type Deluxe Suite, net 40,16 m2, semi gross 49,68 m2: 32 unit
Apartemen: 196 unit
- Type studio, net 24,17 m2, semi gross 31,08 m2: 160 unit
- Type 1 kamar, net 36,32 m2, semi gross 46,70 m2: 20 unit
- Type 2 kamar, net 48,67 m2, semi gross 62,58 m2: 16 unit
Convention Center, seluas 6.094 m2:
- Ballroom Parang Kusumo: 1.024 m2
- Meeting rooms : 16 (56 m2 – 128 m2)
Hotel existing (Hotel Sahid Raya Jogjakarta), 80 kamar
Kolam Renang
Total luas bangunan: 82.000 m2
III. LOKASI LAHAN
Lokasi lahan di Jl. Babarsari, Pedukuhan Tambak Bayan, Kelurahan Catur Tunggal, Kabupaten Sleman, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta – Indonesia, dimana lokasi ini merupakan salah satu kawasan pendidikan berskala Nasional.
Terletak di lingkungan kampus terkenal di Yogyakarta, menjadikan posisi kawasan Sahid Jogja Lifestyle City menjadi sangat strategis.
- Sisi Selatan Universitas Atmajaya Yogyakarta,
- Sisi Timur Universitas Atmaja Yogyakarta dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran,
- sisi Utara adalah Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN),
- Sisi Barat kawasan penduduk.
Jarak dari kawasan Sahid Jogja Lifestyle City ke Bandara Adisucipto adalah sekitar 5 km
Jarak ke pusat kota (Kraton dan Malioboro) sekitar 20 km.
Luas lahan: 22,453 m2 termasuk area hijau dan area parkir.
IV. KONSEP DESAIN :
§ Desain simpel modern dengan fasilitas lengkap untuk bisnis, komersial dan rekreasi.
§ Format berstandard internasional yang cocok & disesuaikan dengan arsitektur hotel tropis, khusus Kondotel berorientasi Utara-Selatan
§ Menampilkan style modern dengan sentuhan budaya dan ragam hias khas Indonesia, khususnya seni budaya Jawa pada elemen estetik, antara lain penggunaan Batik Klasik “Truntum” yang artinya “menuntun” pada facade bangunan.
§ Green Concept, yaitu menerapkan:
Orientasi Utara dan Selatan untuk bangunan Kondotel, sehingga pengaruh terik sinar matahari arah Timur dan Barat bisa dikurangi, dampaknya adalah penggunaan AC menjadi lebih hemat.
Pemanfaatan daur ulang limbah air bekas untuk digunakan penyiraman tanaman dan penggelontoran air closet, sehingga penggunaan air bersih menjadi lebih hemat.
Menggunaan konsep bukaan ruang sebanyak-banyaknya, sehingga membantu sistem sirkulasi udara baik itu di koridor setiap lantai bangunan Kondotel maupun Apartemen, koridor Mall, dan akses antar bangunan.
Memanfaatkan sistem sirkulasi air sebagai water feature untuk membantu proses pendinginan ruangan baik itu di dalam ruangan maupun diluar ruangan.
§ Penggunaan material yang ekonomis dan bersifat lokal namun tampak mewah / mahal.
§ Skema warna modern dan masih tampak up-to-date / tidak terlihat kuno untuk jangka waktu 5-10 tahun mendatang.
V. BATASAN DESAIN
Batasan desain adalah berlaku untuk seluruh kawasan Hotel Sahid Raya Yogyakarta.
KDB : 60%
Ketinggian bangunan : 8 lantai ditambah 2 lantai basement.
VI. SEKILAS : HOTEL SAHID RAYA YOGYAKARTA
Merupakan hotel bintang 4 (****), sebagai sebagai city hotel di Yogyakarta juga menjadi hotel untuk tujuan wisata (resort) mengingat posisi Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai salah satu tujuan wisata favorit. Fasilitas yang ada meliputi :
Jumlah kamar termasuk cottages : 135 kamar
Berbagai jenis restaurant dan café : Coffee Shop, Pastry Corner,
Baron Bar dan Executive Lounge.
Fasilitas rekreasi dan kebugaran : Kolam Renang .
Fasilitas Konvensi / Ruang Pertemuan : Parang Kusuma Room, Garuda Room
Fasilitas Bisnis : Shoping Arcade,& Pre Function
Tingkat hunian kamar rata-rata 70 % dan kita sudah berdiri selama 26 tahun di Yogyakarta, sehingga bisa dikatakan bahwa Hotel Sahid Raya Yogyakarta adalah salah satu hotel yang banyak dikunjungi oleh wisatawan baik itu domestik maupun manca Negara, juga menjadi tempat favorit untuk mengadakan kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention dan Exhibition) karena mempunyai fasilitas ruang pertemuan yang cukup besar dan beragam.
Untuk Informasi selanjutnya kami dapat memberikan penjelasan secara lengkap dengan menyesuaikan waktu dan tempat yang Bapak/Ibu sediakan.
I. TUJUAN
Dengan semakin maraknya kegiatan pariwisata di kota Yogyakarta yang ditandai dengan semakin meningkatnya kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara, mendorong industri yang mendukung kegiatan kepariwisataan juga semakin meningkat, misalnya transportasi pesawat udara, perhotelan, restaurant, dll.
Ditunjang pula dengan predikat kota Yogyakarta sebagai kota pendidikan dan kota wisata, maka kegiatan-kegiatan yang terkait dengan bidang pendidikan tetap akan selalu ada dan menjadi semakin meningkat, khususnya kegiatan seminar, work shop, reuni, dll.
Bertitik tolak dari uraian tersebut di atas, PT Sahid Inti Dinamika sebagai salah satu perusahaan dibawah naungan Sahid Group sangat berkeinginan untuk mewujudkan Sahid Jogja Lifestyle City yang berlokasi di lahan Hotel Sahid Raya Yogyakarta.
Terletak di lokasi kawasan Pendidikan dan sangat dekat dengan Bandara Adi Sucipto, membuat lokasi Hotel Sahid Raya Yogyakarta menjadi tempat yang sangat ideal bagi para pengunjung yang akan melakukan kegiatan bersantai, rekreasi kulinair, berbelanja, menginap dan menghuni.
II. FASILITAS
Mall : 24.000 m2:
- Super market
- Bioskop jaringan 21
- Funworld
- Gold Gym Fitness Center
- Retails
- Restaurant, dll
Kondotel: 319 unit,
- type Superior , net 20,79 m2, semi gross 25,72 m2: 231 unit
- type Junior Suite, net 30,09 m2, semi gross 37,22 m2: 56 unit
- type Deluxe Suite, net 40,16 m2, semi gross 49,68 m2: 32 unit
Apartemen: 196 unit
- Type studio, net 24,17 m2, semi gross 31,08 m2: 160 unit
- Type 1 kamar, net 36,32 m2, semi gross 46,70 m2: 20 unit
- Type 2 kamar, net 48,67 m2, semi gross 62,58 m2: 16 unit
Convention Center, seluas 6.094 m2:
- Ballroom Parang Kusumo: 1.024 m2
- Meeting rooms : 16 (56 m2 – 128 m2)
Hotel existing (Hotel Sahid Raya Jogjakarta), 80 kamar
Kolam Renang
Total luas bangunan: 82.000 m2
III. LOKASI LAHAN
Lokasi lahan di Jl. Babarsari, Pedukuhan Tambak Bayan, Kelurahan Catur Tunggal, Kabupaten Sleman, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta – Indonesia, dimana lokasi ini merupakan salah satu kawasan pendidikan berskala Nasional.
Terletak di lingkungan kampus terkenal di Yogyakarta, menjadikan posisi kawasan Sahid Jogja Lifestyle City menjadi sangat strategis.
- Sisi Selatan Universitas Atmajaya Yogyakarta,
- Sisi Timur Universitas Atmaja Yogyakarta dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran,
- sisi Utara adalah Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN),
- Sisi Barat kawasan penduduk.
Jarak dari kawasan Sahid Jogja Lifestyle City ke Bandara Adisucipto adalah sekitar 5 km
Jarak ke pusat kota (Kraton dan Malioboro) sekitar 20 km.
Luas lahan: 22,453 m2 termasuk area hijau dan area parkir.
IV. KONSEP DESAIN :
§ Desain simpel modern dengan fasilitas lengkap untuk bisnis, komersial dan rekreasi.
§ Format berstandard internasional yang cocok & disesuaikan dengan arsitektur hotel tropis, khusus Kondotel berorientasi Utara-Selatan
§ Menampilkan style modern dengan sentuhan budaya dan ragam hias khas Indonesia, khususnya seni budaya Jawa pada elemen estetik, antara lain penggunaan Batik Klasik “Truntum” yang artinya “menuntun” pada facade bangunan.
§ Green Concept, yaitu menerapkan:
Orientasi Utara dan Selatan untuk bangunan Kondotel, sehingga pengaruh terik sinar matahari arah Timur dan Barat bisa dikurangi, dampaknya adalah penggunaan AC menjadi lebih hemat.
Pemanfaatan daur ulang limbah air bekas untuk digunakan penyiraman tanaman dan penggelontoran air closet, sehingga penggunaan air bersih menjadi lebih hemat.
Menggunaan konsep bukaan ruang sebanyak-banyaknya, sehingga membantu sistem sirkulasi udara baik itu di koridor setiap lantai bangunan Kondotel maupun Apartemen, koridor Mall, dan akses antar bangunan.
Memanfaatkan sistem sirkulasi air sebagai water feature untuk membantu proses pendinginan ruangan baik itu di dalam ruangan maupun diluar ruangan.
§ Penggunaan material yang ekonomis dan bersifat lokal namun tampak mewah / mahal.
§ Skema warna modern dan masih tampak up-to-date / tidak terlihat kuno untuk jangka waktu 5-10 tahun mendatang.
V. BATASAN DESAIN
Batasan desain adalah berlaku untuk seluruh kawasan Hotel Sahid Raya Yogyakarta.
KDB : 60%
Ketinggian bangunan : 8 lantai ditambah 2 lantai basement.
VI. SEKILAS : HOTEL SAHID RAYA YOGYAKARTA
Merupakan hotel bintang 4 (****), sebagai sebagai city hotel di Yogyakarta juga menjadi hotel untuk tujuan wisata (resort) mengingat posisi Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai salah satu tujuan wisata favorit. Fasilitas yang ada meliputi :
Jumlah kamar termasuk cottages : 135 kamar
Berbagai jenis restaurant dan café : Coffee Shop, Pastry Corner,
Baron Bar dan Executive Lounge.
Fasilitas rekreasi dan kebugaran : Kolam Renang .
Fasilitas Konvensi / Ruang Pertemuan : Parang Kusuma Room, Garuda Room
Fasilitas Bisnis : Shoping Arcade,& Pre Function
Tingkat hunian kamar rata-rata 70 % dan kita sudah berdiri selama 26 tahun di Yogyakarta, sehingga bisa dikatakan bahwa Hotel Sahid Raya Yogyakarta adalah salah satu hotel yang banyak dikunjungi oleh wisatawan baik itu domestik maupun manca Negara, juga menjadi tempat favorit untuk mengadakan kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention dan Exhibition) karena mempunyai fasilitas ruang pertemuan yang cukup besar dan beragam.
Untuk Informasi selanjutnya kami dapat memberikan penjelasan secara lengkap dengan menyesuaikan waktu dan tempat yang Bapak/Ibu sediakan.
Friday, August 21, 2015
KEUNTUNGAN BERINVESTASI DI SAHID YOGYA LIFESTYLE CITY CONDOTEL
KEUNTUNGAN BERINVESTASI DI SAHID YOGYA LIFESTYLE CITY CONDOTEL
KEUNTUNGAN INVESTASI DI PROJECT SAHID YOGYA CONDOTEL
1. GUARANTEED RETURN ON INVESTMENT (ROI) 20% Dalam 2 Tahun
2. YEARLY FREE STAY 21 POINT AT SAHID YOGYA CONDOTEL
3. PROFIT SHARING 55% OWNER 45% OPERATOR
4. SIGNIFICANT CAPITAL GAIN INCREASE
5. SERTIFIKAT HAK MILIK
6. 30% UP PRICE IN 12 MONTH SINCE GROUND BREAKING
7. TERKONEKSI DALAM SUPERBLOK SAHID YOGYA LIFESTYLE CITY
8. DIDUKUNG OLEH LIFESTYLE MALL, CONVENTION CENTRE DAN MICE
9. PREMIUM AREA DILINGKUNGAN KAMPUS TERNAMA DAN AIRPORT
KEUNTUNGAN INVESTASI DI PROJECT SAHID YOGYA CONDOTEL
1. GUARANTEED RETURN ON INVESTMENT (ROI) 20% Dalam 2 Tahun
2. YEARLY FREE STAY 21 POINT AT SAHID YOGYA CONDOTEL
3. PROFIT SHARING 55% OWNER 45% OPERATOR
4. SIGNIFICANT CAPITAL GAIN INCREASE
5. SERTIFIKAT HAK MILIK
6. 30% UP PRICE IN 12 MONTH SINCE GROUND BREAKING
7. TERKONEKSI DALAM SUPERBLOK SAHID YOGYA LIFESTYLE CITY
8. DIDUKUNG OLEH LIFESTYLE MALL, CONVENTION CENTRE DAN MICE
9. PREMIUM AREA DILINGKUNGAN KAMPUS TERNAMA DAN AIRPORT
Sunday, August 16, 2015
CONDOTEL GRAND AND EXECUTIVE
CONDOTEL GRAND AND EXECUTIVE
Sahid group kembali menghadirkan produk baru dalam kompleks SAHID YOGYA LIFESTYLE CITY.Setelah condotel habis terjual dan condomice tinggal beberapa unit lagi,SAHID kini menghadirkan GRAND CONDO DAN EXECUTIVE CONDO yang lebih menggiurkan untuk investasi di project SAHID YOGYA LIFESTYLE CITY.Dengan interior yang istimewa dan view yang indah,menjanjikan keuntungan yang menggoda bagi para investor.Dengan meningkatnya RETURN ON INVESTMENT dari 8% menjadi 10% per year menunjukkan betapa potensialnya project tersebut dan seberapa serius SAHID menggarap project SAHID YOGYA LIFESTYLE CITY.
Sahid group kembali menghadirkan produk baru dalam kompleks SAHID YOGYA LIFESTYLE CITY.Setelah condotel habis terjual dan condomice tinggal beberapa unit lagi,SAHID kini menghadirkan GRAND CONDO DAN EXECUTIVE CONDO yang lebih menggiurkan untuk investasi di project SAHID YOGYA LIFESTYLE CITY.Dengan interior yang istimewa dan view yang indah,menjanjikan keuntungan yang menggoda bagi para investor.Dengan meningkatnya RETURN ON INVESTMENT dari 8% menjadi 10% per year menunjukkan betapa potensialnya project tersebut dan seberapa serius SAHID menggarap project SAHID YOGYA LIFESTYLE CITY.
Friday, August 14, 2015
Setiap Usaha selalu ada resiko untung dan ruginya, bagaimana dengan resiko memiliki unit condotel?
Setiap Usaha selalu ada resiko untung dan ruginya, bagaimana dengan resiko memiliki unit condotel?
Keuntungannya:
Permintaan (demand) tinggi, terutama di area CBD, kawasan pemukiman ekspatriat, dan lingkungan kampus, kawasannya dekat dengan fasilitas kesehatan.
Jangka waktu sewa menengah (2-3 tahun). Apartemen atau kondominium biasanya disewa untuk mendekatkan penyewa dengan lokasi kegiatannya, terutama lokasi kantor. Dengan demikian, jangka waktu sewanya rata-rata sekitar 2-3 tahun.
Risiko kekosongan rendah. Artinya, jika lokasi tersebut sudah nyaman sebagai tempat tinggal, biasanya penyewa akan terus menempati apartemen tersebut. Di lain pihak, calon penyewa pun berdatangan mencari unit-unit yang kosong untuk disewa. Salah satu faktor rendahnya risiko kekosongan apartemen adalah mulai terbiasanya masyarakat kita dengan budaya tinggal di hunian vertikal.
Capital rate tinggi (7-10 persen). Dengan risiko kekosongan unit yang rendah, maka pendapatan yang datang dari sewa unit pun otomatis menjadi lancar. Hal ini tentu saja membuat Cap Rate tinggi, lebih tinggi darirumah sewa atau rumah toko dan rumah kantor.
Terbebas dari kerepotan sebagai “Pemilik” - Anda tidak perlu khawatir tentang apa pun karena manajemen yang akan mengurus semuanya. Mulai dari fasilitas, perawatan, pelayanan kamar.
Liburan yang nyaman seperti berada di rumah – Unit condotel Anda dapat digunakan untuk liburan pribadi Anda bersama keluarga, cukup menghemat biaya akomodasi.
Berpotensi tinggi untuk balik modal – Jika Anda teliti dalam memilih Condotel yang akan Anda beli maka Anda akan mendapatkan modal Anda kembali dalam beberapa tahun berikut dengan keuntungannya.
Memiliki hak untuk menggunakan nama hotel bertaraf bintang 4 atau 5 – Seperti “Hotel Aston” atau beberapa nama hotel lainnya yang akan mempermudah dalam mempromosikan hotel Anda. Itu semua tergantung kontrak kerjasama dengan manajemen hotel manakah yang akan digunakan.
Portofolio investasi Anda akan diversifikasi – Investasi dalam property khususnya condotel lebih aman daripada menginvestasikannya di pasar saham. Memiliki sebuah hotel kondominium akan mengurangi kekhawatiran Anda tentang naik turunnya pasar saham.
Kekurangan:
Harga sewa unit condotel berkorelasi dengan tingkat akitfitas wisata dan tidak begitu bergantung dengan harga pasaran property.
Tingkat Hunian tidak selalu baik - Terkadang memang tingkat hunian untuk daerah tersebut tidak begitu baik yang mengakibatkan harga sewa unit cenderung rendah. Pertimbangkan dengan cermat dalam memilih lokasi condotel yang akan Anda beli, karena tingkat hunian yang tinggi akan mempengaruhi nilai sewa unit Anda.
Biaya pajak - Bagi pemilik condotel akan dikenakan pajak dengan tingkat bunga komersial pada umumnya. Biasanya hal tersebut dapat dibicarakan dan disiasati dengan bantuan manajemen.
Biaya Lain-lain - Selain biaya pajak pendapatan sewa ada biaya lain yang harus diperhitungkan (biaya layanan administrasi, legalitas & notaris, asuransi dll) (Eni,RS)
Keuntungannya:
Permintaan (demand) tinggi, terutama di area CBD, kawasan pemukiman ekspatriat, dan lingkungan kampus, kawasannya dekat dengan fasilitas kesehatan.
Jangka waktu sewa menengah (2-3 tahun). Apartemen atau kondominium biasanya disewa untuk mendekatkan penyewa dengan lokasi kegiatannya, terutama lokasi kantor. Dengan demikian, jangka waktu sewanya rata-rata sekitar 2-3 tahun.
Risiko kekosongan rendah. Artinya, jika lokasi tersebut sudah nyaman sebagai tempat tinggal, biasanya penyewa akan terus menempati apartemen tersebut. Di lain pihak, calon penyewa pun berdatangan mencari unit-unit yang kosong untuk disewa. Salah satu faktor rendahnya risiko kekosongan apartemen adalah mulai terbiasanya masyarakat kita dengan budaya tinggal di hunian vertikal.
Capital rate tinggi (7-10 persen). Dengan risiko kekosongan unit yang rendah, maka pendapatan yang datang dari sewa unit pun otomatis menjadi lancar. Hal ini tentu saja membuat Cap Rate tinggi, lebih tinggi darirumah sewa atau rumah toko dan rumah kantor.
Terbebas dari kerepotan sebagai “Pemilik” - Anda tidak perlu khawatir tentang apa pun karena manajemen yang akan mengurus semuanya. Mulai dari fasilitas, perawatan, pelayanan kamar.
Liburan yang nyaman seperti berada di rumah – Unit condotel Anda dapat digunakan untuk liburan pribadi Anda bersama keluarga, cukup menghemat biaya akomodasi.
Berpotensi tinggi untuk balik modal – Jika Anda teliti dalam memilih Condotel yang akan Anda beli maka Anda akan mendapatkan modal Anda kembali dalam beberapa tahun berikut dengan keuntungannya.
Memiliki hak untuk menggunakan nama hotel bertaraf bintang 4 atau 5 – Seperti “Hotel Aston” atau beberapa nama hotel lainnya yang akan mempermudah dalam mempromosikan hotel Anda. Itu semua tergantung kontrak kerjasama dengan manajemen hotel manakah yang akan digunakan.
Portofolio investasi Anda akan diversifikasi – Investasi dalam property khususnya condotel lebih aman daripada menginvestasikannya di pasar saham. Memiliki sebuah hotel kondominium akan mengurangi kekhawatiran Anda tentang naik turunnya pasar saham.
Kekurangan:
Harga sewa unit condotel berkorelasi dengan tingkat akitfitas wisata dan tidak begitu bergantung dengan harga pasaran property.
Tingkat Hunian tidak selalu baik - Terkadang memang tingkat hunian untuk daerah tersebut tidak begitu baik yang mengakibatkan harga sewa unit cenderung rendah. Pertimbangkan dengan cermat dalam memilih lokasi condotel yang akan Anda beli, karena tingkat hunian yang tinggi akan mempengaruhi nilai sewa unit Anda.
Biaya pajak - Bagi pemilik condotel akan dikenakan pajak dengan tingkat bunga komersial pada umumnya. Biasanya hal tersebut dapat dibicarakan dan disiasati dengan bantuan manajemen.
Biaya Lain-lain - Selain biaya pajak pendapatan sewa ada biaya lain yang harus diperhitungkan (biaya layanan administrasi, legalitas & notaris, asuransi dll) (Eni,RS)
Thursday, August 13, 2015
Bagaimana memahami Strata Title dengan cara yang mudah?
Bagaimana memahami Strata Title dengan cara yang mudah?
Mungkin hampir semua masyarakat di kota besar seperti Jakarta sudah sering kali mendengar istilah Strata Title. Mereka yang bergerak di industri properti tentu sudah paham apa yang dimaksud strata title, namun bagi mereka yang berada diluar industri properti mungkin masih belum begitu paham tentang strata title. Ironisnya, sebagian besar customer yang membeli unit strata title dari satu gedung yang dibangun dengan konsep strata title ternyata masih belum memahami aspek-aspek praktis, apalagi aspek hukum dari unit strata title yang dibelinya.
Sebenarnya sudah banyak ulasan tentang strata title baik dimedia cetak maupun buku-buku yang ditulis oleh para ahlinya. Tapi memang ulasan-ulasan dan buku-buku tentang strata title masih ditulis dalam bahasa teknis dan hukum yang kurang nyaman untuk dibaca oleh orang awam. Sehingga alih-alih dengan maksud mensosialisasikan strata title, malah membuat orang lebih memilih bacaan atau buku lain yang lebih polupler dan enak dibaca.
Author mencoba menguraikan Strata Title ini dengan bahasa-bahasa yang lebih populer sehingga bisa menarik untuk dibaca oleh para blogger maupun teman-teman lain yang lebih suka dengan tulisan “pengantar tidur siang”
PENGERTIAN STRATA TITLE ITU SIMPLE
Jika anda mempunyai sertifikat tanah baik Setifikat Hak Milik (SHM), hak Guna Bangunan (HGB), Hak Pakai, dan lain-lain cobalah tengok halaman belakang dari sertifikat tersebut. Disitu akan tertulis gambar lokasi tanah yang dikeluarkan berdasarkan Surat Ukur yang dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN).
Terlepas dari bentuk tanah yang persegi empat atau persegi tak beraturan, sebenarnya gambar tanah tersebut menjelaskan dua dimensi ukuran yaitu panjang dan lebar. Ditepi tanah dimaksud akan dituliskan keterangan batas-batas utara, timur, barat dan selatannya sehingga menjadi jelas jika di inspeksi ke lapangan.
Jika anda sudah pahami kedua paragraf diatas dengan baik, mari kita lihat bagaimana sebenarnya sertikat strata title itu.
Jika sertifikat tanah berdimensi panjang kali lebar dan lokasinya digambarkan dengan batas sisi utara, timur, barat dan selatan, maka sertifikat strata title
Disamping berdimensi panjang kali lebar, ada satu lagi dimensi yang menyebutkan di ketinggian berapa lahan tersebut berada.
Disamping menjelaskan batas-batas sisi utara, timur, barat dan selatan, ada lagi batas yang menjelaskan diatasnya ada apa dan dibawahnya ada apa.
Kedua item perbedaan inilah yang membedakan sertifikat hak atas tanah dengan sertifikat strata title. Cukup simple bukan?
Jangan dulu pembaca membayangkan, nanti bentuk surat ukur yang keluar seperti apa ya? ini urusan lain yang akan dijelaskan dalam tulisan berbeda, yang penting author berharap pembaca mempunyai kesimpulan dari penjelasan tersebut bahwa Strata Title hanya berlaku di gedung bertingkat.
Ya strata title memang hanya ada di gedung bertingkat. Gedung strata title yang paling umum adalah gedung bertingkat jenis Apartemen. Bukankah para pemilik apartemen itu berada di ketinggian tertentu? Sementara lantai dibawah dan diatasnya sudah milik orang lain?
Contoh lain selain apartemen adalah trade center yang sering anda kunjungi untuk belanja seperti ITC Mangga Dua, ITC Ambasador, ITC Fatmawati, dll. Kios-kios yang dimiliki oleh individual baik pribadi maupun lembaga/perusahaan adalah unti-unit strata title yang bisa diperjual belikan dengan Sertifikat Hak Milik Satuan Rumah Susun, kadang disingkat dengan H. Sarusun.
Nah, kok namanya Hak Milik Satuan Rumah Susun? bukannya Hak Milik Strata Title?
Ini adalah pertanyaan akademisi dibidang hukum tentunya. Entah bagaimana ceritanya Strata Title yang berasal dari kata bahasa inggris ditejemahkan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi Rumah Susun. Padahal sejatinya diterjemahkan menjadi Bangunan Susun atau Gedung Susun. Tapi biarlah ini urusan ahli bahasa, kita tidak masuk ke wilayah ini.
Selain Apertemen dan Trade Center, gedung strata title bisa juga berupa gedung perkantoran seperti Graha Irama, Menara Kadin, Menara Karya, Menara Kuningan yang berada disepanjang Jln. HR Rasuna Said, Kiningan, Jakarta.
KOMPONEN-KOMPONEN YANG BERADA DI GEDUNG STRATA TITLE
Dari penjelasan yang sederhana diatas. Author berharap pembaca sudah bisa memahami bahwa strata title itu hanya ada di gedung bertingkat.
Coba sedikit serius untuk memikirkan hal-hal sebagai berikut:
Jika ada beberapa pemilik unit strata title di gedung bertingkat, lalu tanah dimana gedung strata title itu berdiri dimiliki oleh siapa?
Bagaimana lobi lantai dasar, lobi di depan lift, Lift gedung, Genset gedung, AC di lobi, kolam renang, dll… ini semua dimiliki oleh siapa?.
Dalam Undang-Undang No. 16 tahun 1985 pasal sekian sekian ?pembaca tidak usah pikirin hal-hal hukum seperti ini, pusing!, biar author menjelaskan secara simple saja? muncullah istilah yang disebut Tanah Bersama, Benda Bersama,Bagian Bersama.
Tanah dimana bangunan strata title berdiri adalah Tanah Bersama. Yang dimaksud “Bersama” itu siapa saja? Tentu saja mereka-mereka yang mempunyai unit strata title di gedung tersebut itulah yang dimaksud “Bersama”. Sehingga atas kebersamaan tersebut sejatinya dibentuklah apa yang disebut sebagai Perhimpunan Penghuni. Ada yang menyingkatnya dengan istilah PP, ada pula yang menyingkatnya dengan istilah Perhimni.
Nah, demikian pula Benda dan Bagian Bersama ?ada yang menyingkatnya dengan istilah BDBB, ada juga yang menyebutBBB, terserah saja tentunya?. BDBB ini dimiliki juga secara Bersama. Lalu apa bedanya “Benda” dan “Bagian” ?
Yang dimaksud Benda Bersama adalah semua bagian gedung yang “copotable” ?maksudnya bisa dicopot, ga nempel satu kesatuan dengan gedung?. Contohnya: genset gedung, asbak di depan lift, sofa dan meja di lobi, dll. Sedangkan Bagian Bersama adalah semua bagian komponen gedung yang melekat yang membuat gedung tersebut berdiri dan berfungsi. Contohnya: Pondasi gedung, lantai, dinding utama gedung, struktur gedung, koridor, dll. Sepertinya cukup jelas ya, bedanya Benda dan Bagian Bersama.
Tanah Bersama, Benda dan Bagian Bersama adalah milik bersama yang diamanahkan oleh seluruh Pemilik Unit Strata Title kepada Perhimpunan Penghuni untuk dijaga, dirawat dan dikelola.
SIAPAKAH YANG MENJADI PENGURUS PERHIMPUNAN PENGHUNI ?
Perhimni dibentuk berdasarkan rapat umum seluruh Pemilik Unit Strata Title dimana prosesnya diatur dalam AD/ART Perhimpunan Penghuni yang format standarnya sudah siap digunakan karena ditetapkan dalam Keputusan Menteri Peumahan No. sekian sekian ?pembaca tidak usah pikirin hal-hal hukum seperti ini, pusing!, biar author menjelaskan secara simple saja?. Didalam AD/ART tersebut disebutkan bahwa Pemilihan Pengurus dilakukan dengan cara Voting.
Lalu bagaimana menetapkan Hak Suara dalam Voting tersebut?
Hak suara para Pemilik Unit Strata Title ini tergantung dari besarnya luasan strata title yang meraka miliki. Makin banyak unit strata title yang dimiliki, maka makin besar pula hak suaranya. Adil bukan? Untuk menghitung Hak Suara tersebut ada istilahNilai Perbandingan Proporsional atau sering disingkat NPP. NPP Pemilik Unit Strata Title ini dihitung dengan formula; Total luas strata title yang dimiliki dibagi dengan Total luas seluruh luas strata title di gedung strata title itu sendiri. Mudah bukan?
Nah NPP ini secara permanen melekat dan tertulis dalam Sertifikat H. Sarusun ?masih ingat ya H. Sarusun itu siapa J ?? (Hak Satuan Rumah Susun) atau sertifikat Hak Strata Title.
Mungkin hampir semua masyarakat di kota besar seperti Jakarta sudah sering kali mendengar istilah Strata Title. Mereka yang bergerak di industri properti tentu sudah paham apa yang dimaksud strata title, namun bagi mereka yang berada diluar industri properti mungkin masih belum begitu paham tentang strata title. Ironisnya, sebagian besar customer yang membeli unit strata title dari satu gedung yang dibangun dengan konsep strata title ternyata masih belum memahami aspek-aspek praktis, apalagi aspek hukum dari unit strata title yang dibelinya.
Sebenarnya sudah banyak ulasan tentang strata title baik dimedia cetak maupun buku-buku yang ditulis oleh para ahlinya. Tapi memang ulasan-ulasan dan buku-buku tentang strata title masih ditulis dalam bahasa teknis dan hukum yang kurang nyaman untuk dibaca oleh orang awam. Sehingga alih-alih dengan maksud mensosialisasikan strata title, malah membuat orang lebih memilih bacaan atau buku lain yang lebih polupler dan enak dibaca.
Author mencoba menguraikan Strata Title ini dengan bahasa-bahasa yang lebih populer sehingga bisa menarik untuk dibaca oleh para blogger maupun teman-teman lain yang lebih suka dengan tulisan “pengantar tidur siang”
PENGERTIAN STRATA TITLE ITU SIMPLE
Jika anda mempunyai sertifikat tanah baik Setifikat Hak Milik (SHM), hak Guna Bangunan (HGB), Hak Pakai, dan lain-lain cobalah tengok halaman belakang dari sertifikat tersebut. Disitu akan tertulis gambar lokasi tanah yang dikeluarkan berdasarkan Surat Ukur yang dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN).
Terlepas dari bentuk tanah yang persegi empat atau persegi tak beraturan, sebenarnya gambar tanah tersebut menjelaskan dua dimensi ukuran yaitu panjang dan lebar. Ditepi tanah dimaksud akan dituliskan keterangan batas-batas utara, timur, barat dan selatannya sehingga menjadi jelas jika di inspeksi ke lapangan.
Jika anda sudah pahami kedua paragraf diatas dengan baik, mari kita lihat bagaimana sebenarnya sertikat strata title itu.
Jika sertifikat tanah berdimensi panjang kali lebar dan lokasinya digambarkan dengan batas sisi utara, timur, barat dan selatan, maka sertifikat strata title
Disamping berdimensi panjang kali lebar, ada satu lagi dimensi yang menyebutkan di ketinggian berapa lahan tersebut berada.
Disamping menjelaskan batas-batas sisi utara, timur, barat dan selatan, ada lagi batas yang menjelaskan diatasnya ada apa dan dibawahnya ada apa.
Kedua item perbedaan inilah yang membedakan sertifikat hak atas tanah dengan sertifikat strata title. Cukup simple bukan?
Jangan dulu pembaca membayangkan, nanti bentuk surat ukur yang keluar seperti apa ya? ini urusan lain yang akan dijelaskan dalam tulisan berbeda, yang penting author berharap pembaca mempunyai kesimpulan dari penjelasan tersebut bahwa Strata Title hanya berlaku di gedung bertingkat.
Ya strata title memang hanya ada di gedung bertingkat. Gedung strata title yang paling umum adalah gedung bertingkat jenis Apartemen. Bukankah para pemilik apartemen itu berada di ketinggian tertentu? Sementara lantai dibawah dan diatasnya sudah milik orang lain?
Contoh lain selain apartemen adalah trade center yang sering anda kunjungi untuk belanja seperti ITC Mangga Dua, ITC Ambasador, ITC Fatmawati, dll. Kios-kios yang dimiliki oleh individual baik pribadi maupun lembaga/perusahaan adalah unti-unit strata title yang bisa diperjual belikan dengan Sertifikat Hak Milik Satuan Rumah Susun, kadang disingkat dengan H. Sarusun.
Nah, kok namanya Hak Milik Satuan Rumah Susun? bukannya Hak Milik Strata Title?
Ini adalah pertanyaan akademisi dibidang hukum tentunya. Entah bagaimana ceritanya Strata Title yang berasal dari kata bahasa inggris ditejemahkan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi Rumah Susun. Padahal sejatinya diterjemahkan menjadi Bangunan Susun atau Gedung Susun. Tapi biarlah ini urusan ahli bahasa, kita tidak masuk ke wilayah ini.
Selain Apertemen dan Trade Center, gedung strata title bisa juga berupa gedung perkantoran seperti Graha Irama, Menara Kadin, Menara Karya, Menara Kuningan yang berada disepanjang Jln. HR Rasuna Said, Kiningan, Jakarta.
KOMPONEN-KOMPONEN YANG BERADA DI GEDUNG STRATA TITLE
Dari penjelasan yang sederhana diatas. Author berharap pembaca sudah bisa memahami bahwa strata title itu hanya ada di gedung bertingkat.
Coba sedikit serius untuk memikirkan hal-hal sebagai berikut:
Jika ada beberapa pemilik unit strata title di gedung bertingkat, lalu tanah dimana gedung strata title itu berdiri dimiliki oleh siapa?
Bagaimana lobi lantai dasar, lobi di depan lift, Lift gedung, Genset gedung, AC di lobi, kolam renang, dll… ini semua dimiliki oleh siapa?.
Dalam Undang-Undang No. 16 tahun 1985 pasal sekian sekian ?pembaca tidak usah pikirin hal-hal hukum seperti ini, pusing!, biar author menjelaskan secara simple saja? muncullah istilah yang disebut Tanah Bersama, Benda Bersama,Bagian Bersama.
Tanah dimana bangunan strata title berdiri adalah Tanah Bersama. Yang dimaksud “Bersama” itu siapa saja? Tentu saja mereka-mereka yang mempunyai unit strata title di gedung tersebut itulah yang dimaksud “Bersama”. Sehingga atas kebersamaan tersebut sejatinya dibentuklah apa yang disebut sebagai Perhimpunan Penghuni. Ada yang menyingkatnya dengan istilah PP, ada pula yang menyingkatnya dengan istilah Perhimni.
Nah, demikian pula Benda dan Bagian Bersama ?ada yang menyingkatnya dengan istilah BDBB, ada juga yang menyebutBBB, terserah saja tentunya?. BDBB ini dimiliki juga secara Bersama. Lalu apa bedanya “Benda” dan “Bagian” ?
Yang dimaksud Benda Bersama adalah semua bagian gedung yang “copotable” ?maksudnya bisa dicopot, ga nempel satu kesatuan dengan gedung?. Contohnya: genset gedung, asbak di depan lift, sofa dan meja di lobi, dll. Sedangkan Bagian Bersama adalah semua bagian komponen gedung yang melekat yang membuat gedung tersebut berdiri dan berfungsi. Contohnya: Pondasi gedung, lantai, dinding utama gedung, struktur gedung, koridor, dll. Sepertinya cukup jelas ya, bedanya Benda dan Bagian Bersama.
Tanah Bersama, Benda dan Bagian Bersama adalah milik bersama yang diamanahkan oleh seluruh Pemilik Unit Strata Title kepada Perhimpunan Penghuni untuk dijaga, dirawat dan dikelola.
SIAPAKAH YANG MENJADI PENGURUS PERHIMPUNAN PENGHUNI ?
Perhimni dibentuk berdasarkan rapat umum seluruh Pemilik Unit Strata Title dimana prosesnya diatur dalam AD/ART Perhimpunan Penghuni yang format standarnya sudah siap digunakan karena ditetapkan dalam Keputusan Menteri Peumahan No. sekian sekian ?pembaca tidak usah pikirin hal-hal hukum seperti ini, pusing!, biar author menjelaskan secara simple saja?. Didalam AD/ART tersebut disebutkan bahwa Pemilihan Pengurus dilakukan dengan cara Voting.
Lalu bagaimana menetapkan Hak Suara dalam Voting tersebut?
Hak suara para Pemilik Unit Strata Title ini tergantung dari besarnya luasan strata title yang meraka miliki. Makin banyak unit strata title yang dimiliki, maka makin besar pula hak suaranya. Adil bukan? Untuk menghitung Hak Suara tersebut ada istilahNilai Perbandingan Proporsional atau sering disingkat NPP. NPP Pemilik Unit Strata Title ini dihitung dengan formula; Total luas strata title yang dimiliki dibagi dengan Total luas seluruh luas strata title di gedung strata title itu sendiri. Mudah bukan?
Nah NPP ini secara permanen melekat dan tertulis dalam Sertifikat H. Sarusun ?masih ingat ya H. Sarusun itu siapa J ?? (Hak Satuan Rumah Susun) atau sertifikat Hak Strata Title.
Wednesday, August 12, 2015
INVESTASI: Menimbang Untung-rugi Beli Kondotel
INVESTASI: Menimbang Untung-rugi Beli Kondotel
INVESTASI: Menimbang Untung-rugi Beli Kondotel reuters
JAKARTA: Di tengah aneka tawaran investasi modern yang menjanjikan keuntungan berlipat, properti masih menjadi cara tradisional yang diakui masih sangat ampuh. Alasannya pun sederhana, harga properti selalu naik.
Kini, investasi kondotel yang harga miliaran bahkan cepat ludes diserbu pembeli. Kondotel semakin biasa digunakan orang berburu keuntungan dengan cara dijual kembali dengan harga lebih tinggi, dikontrakkan, atau disewakan.
Namun, tetap saja ada beberapa perbedaan dibandingkan dengan berinvestasi pada apartemen ataupun rumah tapak.
Stella Sari Dewy, General Manager Wuku Resort Condotel and Villa, mengatakan pemilik kondotel tidak perlu memikirkan lagi biaya operasional bulanan, perawatan, hingga mencari penyewa.
Kalau apartemen biasa tak berpenghuni selama 3 bulan, pengelolanya tidak akan memperoleh pemasukan untuk menutupi biaya operasional bulanan. ”Kondotel dikelola oleh profesional sehingga Anda tidak perlu memikirkan lagi soal perawatan hingga mencari penyewa,” ujarnya.
Investasi kondotel juga lebih praktis karena sebagai pemilik Anda tetap bisa menginap di properti tersebut dan memperoleh pelayanan yang sama dengan tamu lainnya dari pengelola properti tersebut.
Stella menggambarkan investasi kondotel di Wuku Resort mulai dari Rp1 miliar – Rp3 miliar per unit dan Rp3,5 miliar – Rp4,5 miliar per unit untuk tipe vila. Investor akan memperoleh return of investment 8% - 10% per tahun, di luar bonus poin yang mereka peroleh dari penggunaan properti tersebut sebagai pemilik.
Return tersebut merupakan angka standar untuk tingkat hunian hotel (okupansi) 60% per tahun. Jika di atas itu, return yang diperoleh lebih besar lagi. Keuntungan diberikan dari pendapatan kotor dikurangi biaya operasional.
Wuku Resort Condotel and Villa mulai beroperasi pada tahun depan dengan kisaran harga US$100 per malam. Properti ini di bawah pengelolaan Centara Hotels & Resort, operator hotel terbesar di Thailand yang mulai berekspansi ke India, Filipina, Vietnam, Sri Langka, dan Indonesia.
”Biasanya 60% untuk pemilik, sedangkan 40% untuk biaya operasional termasuk perawatan, overhead cost, dan fee bagi manajemen atau operator yang mengoperasikan hotel,” ujarnya.
Kaum Muda
Stella mengatakan kaum muda saat ini mulai banyak yang menggandrungi investasi kondotel. Mereka bahkan tidak sedikit yang berpatungan hingga 10 orang untuk membeli satu unit kondotel.
”Tentu saja, nama pemilik hanya satu. Mereka biasanya membuat perjanjian terpisah langsung dengan notaris,” ujar Stella.
Investor juga akan memperoleh kuota alias semacam jatah menginap yang dihitung sebesar 30 poin per tahun di Wuku Resort.
Jika jatah itu diambil pada hari kerja, poin akan dipotong satu. Jika digunakan pada akhir pekan atau libur hari raya, poin akan berkurang dua. Poin ini juga bisa digunakan untuk reservasi bagi anggota keluarga lainnya. Tidak harus pemilik yang menginap.
Aliva Abdullah, CEO Individwa Property mengatakan kondotel menjadi pilihan investasi karena pasar Indonesia selalu tertarik dengan properti yang berkonsep bagus dan dikelola secara profesional, dan memberikan rasa aman berinvestasi.
Operator hotel profesional menjadi salah satu pertimbangan dan modal untuk menjaga kualitas properti dan kemampuan memberikan 8% garansi tahunan selama 5 tahun. ”Tingkat kepemilikan kondotel Taum yang saya dirikan sudah mencapai 90% dan didominasi oleh orang Indonesia,” ujarnya.
Sebagai tip berinvestasi, status tanah dan lokasi kondotel perlu diperhatikan, apakah berstatus hak milik, hak sewa, atau hak guna pakai.
Pada tahap awal, pengembang biasanya menawarkan masa sewa 20 - 25 tahun atau sama dengan apartemen. Jika tanah diperpanjang, masa sewa juga diperpanjang.
Kita juga perlu memperhatikan skema pembagian uang sewa (return) per tahun untuk dapat memperkirakan tingkat pengembaliannya.Beberapa pihak ada yang menggunakan skema bagi hasil murni, ada juga yang digabungkan dengan minimum return guarantee.
Jangan lupa, sebagai pemilik, Anda juga memiliki jatah tinggal di sana per tahun. Jika memiliki kondotel di sebuah kota yang sering dikunjungi untuk berlibur atau bekerja, Anda tidak perlu bingung mencari penginapan dan mengeluarkan extra cost.(JIBI/yri)
INVESTASI: Menimbang Untung-rugi Beli Kondotel reuters
JAKARTA: Di tengah aneka tawaran investasi modern yang menjanjikan keuntungan berlipat, properti masih menjadi cara tradisional yang diakui masih sangat ampuh. Alasannya pun sederhana, harga properti selalu naik.
Kini, investasi kondotel yang harga miliaran bahkan cepat ludes diserbu pembeli. Kondotel semakin biasa digunakan orang berburu keuntungan dengan cara dijual kembali dengan harga lebih tinggi, dikontrakkan, atau disewakan.
Namun, tetap saja ada beberapa perbedaan dibandingkan dengan berinvestasi pada apartemen ataupun rumah tapak.
Stella Sari Dewy, General Manager Wuku Resort Condotel and Villa, mengatakan pemilik kondotel tidak perlu memikirkan lagi biaya operasional bulanan, perawatan, hingga mencari penyewa.
Kalau apartemen biasa tak berpenghuni selama 3 bulan, pengelolanya tidak akan memperoleh pemasukan untuk menutupi biaya operasional bulanan. ”Kondotel dikelola oleh profesional sehingga Anda tidak perlu memikirkan lagi soal perawatan hingga mencari penyewa,” ujarnya.
Investasi kondotel juga lebih praktis karena sebagai pemilik Anda tetap bisa menginap di properti tersebut dan memperoleh pelayanan yang sama dengan tamu lainnya dari pengelola properti tersebut.
Stella menggambarkan investasi kondotel di Wuku Resort mulai dari Rp1 miliar – Rp3 miliar per unit dan Rp3,5 miliar – Rp4,5 miliar per unit untuk tipe vila. Investor akan memperoleh return of investment 8% - 10% per tahun, di luar bonus poin yang mereka peroleh dari penggunaan properti tersebut sebagai pemilik.
Return tersebut merupakan angka standar untuk tingkat hunian hotel (okupansi) 60% per tahun. Jika di atas itu, return yang diperoleh lebih besar lagi. Keuntungan diberikan dari pendapatan kotor dikurangi biaya operasional.
Wuku Resort Condotel and Villa mulai beroperasi pada tahun depan dengan kisaran harga US$100 per malam. Properti ini di bawah pengelolaan Centara Hotels & Resort, operator hotel terbesar di Thailand yang mulai berekspansi ke India, Filipina, Vietnam, Sri Langka, dan Indonesia.
”Biasanya 60% untuk pemilik, sedangkan 40% untuk biaya operasional termasuk perawatan, overhead cost, dan fee bagi manajemen atau operator yang mengoperasikan hotel,” ujarnya.
Kaum Muda
Stella mengatakan kaum muda saat ini mulai banyak yang menggandrungi investasi kondotel. Mereka bahkan tidak sedikit yang berpatungan hingga 10 orang untuk membeli satu unit kondotel.
”Tentu saja, nama pemilik hanya satu. Mereka biasanya membuat perjanjian terpisah langsung dengan notaris,” ujar Stella.
Investor juga akan memperoleh kuota alias semacam jatah menginap yang dihitung sebesar 30 poin per tahun di Wuku Resort.
Jika jatah itu diambil pada hari kerja, poin akan dipotong satu. Jika digunakan pada akhir pekan atau libur hari raya, poin akan berkurang dua. Poin ini juga bisa digunakan untuk reservasi bagi anggota keluarga lainnya. Tidak harus pemilik yang menginap.
Aliva Abdullah, CEO Individwa Property mengatakan kondotel menjadi pilihan investasi karena pasar Indonesia selalu tertarik dengan properti yang berkonsep bagus dan dikelola secara profesional, dan memberikan rasa aman berinvestasi.
Operator hotel profesional menjadi salah satu pertimbangan dan modal untuk menjaga kualitas properti dan kemampuan memberikan 8% garansi tahunan selama 5 tahun. ”Tingkat kepemilikan kondotel Taum yang saya dirikan sudah mencapai 90% dan didominasi oleh orang Indonesia,” ujarnya.
Sebagai tip berinvestasi, status tanah dan lokasi kondotel perlu diperhatikan, apakah berstatus hak milik, hak sewa, atau hak guna pakai.
Pada tahap awal, pengembang biasanya menawarkan masa sewa 20 - 25 tahun atau sama dengan apartemen. Jika tanah diperpanjang, masa sewa juga diperpanjang.
Kita juga perlu memperhatikan skema pembagian uang sewa (return) per tahun untuk dapat memperkirakan tingkat pengembaliannya.Beberapa pihak ada yang menggunakan skema bagi hasil murni, ada juga yang digabungkan dengan minimum return guarantee.
Jangan lupa, sebagai pemilik, Anda juga memiliki jatah tinggal di sana per tahun. Jika memiliki kondotel di sebuah kota yang sering dikunjungi untuk berlibur atau bekerja, Anda tidak perlu bingung mencari penginapan dan mengeluarkan extra cost.(JIBI/yri)
Sunday, August 9, 2015
MENGAPA INVESTASI CONDOTEL LEBIH MENARIK?
MENGAPA INVESTASI CONDOTEL LEBIH MENARIK?
Kondotel sebagai produk investasi properti menawarkan model kepemilikan unit kondominium dengan keuntungan dari nilai sewa unit yang secara rutin didapat secara berlipat. Ketimbang produk lain, hasil (yield) minimal yang didapat investor dari kondotel rata-rata 9 persen per tahun. Tidak hanya itu, hal lain yang menarik minat beli investor terhadap produk tersebut ialah pengembalian nilai keuntungan yang lebih cepat ketimbang deposito perbankan.
General Manager Century 21, FR Suherman, mengatakan model investasi kondotel lebih menarik ketimbang rumah tinggal yang disewakan.
Investasi rumah tinggal yang disewakan, kata dia, hanya menitikberatkan pada keuntungan modal (capital gain) dari kenaikan harga jual rumah, yang jika disewakan hanya tumbuh 3 sampai 4 persen per tahun. Adapun kondotel menawarkan nilai sewa 8 hingga 12 persen dari nilai investasi per tahun selama masa jaminan sewa (guarantee rental) yang beragam rata-rata mencapai dua sampai lima tahun. “Potensi investasi kondotel memang menjanjikan,” kata Suherman di Jakarta,
Thursday, August 6, 2015
Subscribe to:
Comments (Atom)






