Tuesday, January 27, 2015

Penjualan The Pinnacle Apartment dan Condotel Sudah Capai 90%

Penjualan The Pinnacle Apartment dan Condotel Sudah Capai 90%


Bisnis-Jateng.com, SEMARANG – Pembangunan The Pinnacle Condotel & Apartment Semarang Oktober ini akan dimulai, namun realisasi penjualan sudah mencapai 90%, sisanya 10% akan ditawarkan untuk warga Kota Semarang.
Marketing Manager Pollux Properties Indonesia,Harry Setiawan mengatakan pihaknya telah menunjuk PT. Paton Buana Semesta untuk melakukan pembangunan pondasi apartement yang diperkirakan bisa selesai dalam waktu lima bulan.

Pollux Properties Indonesia menunjuk PT Potan karena perusahaan kontraktor tersebut sudah terbiasa membangun properti dengan kualitas hotel bintang empat.
“Kita pilih PT.Paton karena terbukti telah memenuhi deadline yang kami tentukan pada proyek apartement kami sebelumnya. Kualitas bangunan juga sesuai dengan apa yang kami inginkan,” ungkapnya, Rabu (25/9/2013)
Menurut Herry, pada tahap pembangunan pondasi ini ditargetkan dapat selesai dalam waktu lima bulan ke depan.
Setelah pembangunan pondasi selesai, maka akan dilanjutkan dengan pembangunan struktur bangunan. “Kami berharap pada tahun 2015 mendatang keseluruhan bangunan sudah dapat terselesaikan,”ujarnya.

Herry mengatakan The Pinnacle Apartments and Condotels ini terdiri 22 lantai dengan 570 unit apartemen dan 190 condotel.
“Dari jumlah tersebut, sekitar 90% telah terjual sejak pertama kali di-launching pada Juni lalu, dan sisanya 10% tetap kami tawarkan kepada masyarakat Kota Semarang” katanya.
Menurut dia apartemen berukuran 30 m2 itu harga perunitnya sekitar Rp600 juta –Rp800 juta.
Herry menambahkan, pasar apartement dan condotel di Semarang saat ini masih terbuka luas. Apalagi dengan pertumbuhan kota Semarang yang meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Pinnacle merupakan Apartemen dan Kondotel yang dibangun oleh PT Graha Masindo Pratama, anak usaha PT North Pacific Development, bagian dari Golden Flower Group, yang juga membangun Apartemen Warhol Residences di Jalan A Yani Semarang.
The Pinnacle Apartements and Condotels berlokasi di area segitiga emas kota Semarang, tepatnya di Jalan Pandanaran No 18, Eks Gedung Indosat.
Dia optimistis propertinya itu terjual seluruhnya mengingat bangunan ini berdiri di lokasi yang sangat strategis.

http://www.bisnis-jateng.com/index.p...udah-capai-90/

Wednesday, January 21, 2015

Membuat Walk-In Closet Sendiri



Video ini bisa menjadi inspirasi untuk para mommies untuk membuat walk in closet sendiri. Terlihat mudah memang..  Apakah benar semudah yang terlihat..? Kita tidak akan tahu sebelum mencobanya.. :D

Tuesday, January 20, 2015

APA ITU CONDOTEL

APA ITU CONDOTEL
PENGERTIAN CONDOTEL
“Apakah Anda pernah bermimpi untuk tinggal dihotel? Bayangkan saja Anda akan memiliki housekeepers, valet driver, layanan kamar, dan banyak lagi semuanya ada untuk memenuhi kebutuhan Anda. Jika anda tinggal di hotel, pastinya Anda juga memiliki kolam renang, pusat kebugaran, restoran dan bahkan spa di sekitar Anda.

Atau, apakah Anda pernah bermimpi untuk mendapatkan passive income tanpa Anda sadari ? Bayangkan saja, setiap kali Anda meninggalkan rumah Anda untuk semalam atau lebih, orang lain akan menempati dan membayar untuk penggunaan properti anda. Anda tidak harus melakukan apapun, Anda tidak pernah mengetahui seseorang telah ada, karena begitu Anda datang rumah dalam keadaan semula dan Anda menerima extra income."

Condotel atau Condo Hotel merupakan salah satu investasi yang paling menarik dari segmen pasar real estate.
Condo hotel beroperasi seperti hotel biasanya. Satu-satunya perbedaan adalah bahwa setiap orang boleh mempunyai kamar untuk dimiliki. Tamu hotel yang akan membayar sewa kamar tidak tahu bahwa hotel ini adalah condo hotel. Kelihatannya dari luar tidak ada perbedaan. Sebagai pemilik anda mempunyai hak mengambil fee dari biaya sewa kamar. Jadi kamar adalah milik anda sepenuhnya. Sama seperti anda memiliki rumah yang saat ini Anda berada. Perbedaannya adalah bahwa Anda menyerahkan dan menerima hasil dari tim manajemen properti / pengelolah yang menangani semua aspek operasi dan sewa harian.
Condo hotel ini dirancang untuk kepemilikan hak milik atau strata title. Tentu saja sebagai pemilik dari condo hotel, kunjungan Anda akan memberikan berbagai aspek keuntungan fasitas dan privasi yang tidak tersedia untuk tamu tamu yang biasanya.

sumber :http://swissbelhotelsegara.wordpress.com

Monday, January 12, 2015

Apa Arti Primary Project & Secondary Project


Apa Arti Primary Project & Secondary Project

Apa Itu Primary Project: Primary Project Dalam Bahasa Indonesia Yaitu Proyek Utama, Artinya Proyek Proyek Seperti Perumahan, Apartemen (Residence) dan condotel,pabrik tanah,kavling, gudang spbu rumah sakit (commersial) .

Kenapa Disebut Primary Project Atau Proyek Utama. Karna Properti – Properti Tersebut Dibangun Berdasarkan Atas Badan Hukum Lembaga Seperti PT ( Perseroan). Primary Project/Proyek Utama Tidak Dikatakan Sebagai Developer Atau Pengembang Properti Jika Bukan PT,. Atau Tidak Bisa Dalam Bentuk CV,Organisasi. Atau Kontraktor,

Secondary Project : Dalam Bahasa Indonesia Proyek Bekas, Namun Dalam Artiannya Beberbeda. Secondary Project adalah Properti Baru Atau Bekas Seperti . Rumah Bekas, Rumah Baru, Apartemen Baru, Apartemen Bekas dll. Yang Bukan Berbentuk PT. Atau Badan Hukum, sekalipun properti itu dibangun oleh orang yang kaya raya membuat sebuah cluster baru, ada beberapa buah rumah 4 ataupun 10 rumah.

Friday, January 9, 2015

[HOT INFO]Bicara tentang Condotel di Bali

[HOT INFO]Bicara tentang Condotel di Bali

Tahun-tahun terakhir ini di Bali menjamur properti berupa Condotel dan Villa, sebenarnya Condotel itu apa ? Kemudian villa-villa di Bali terdapat dua sistem kepemilikan yaitu Leasehold dan Freehold.


Condotel atau hotel-condo adalah sebuah bangunan yang dapat digunakan baik sebagai kondominium dan sebagai hotel.Condotel biasanya berupa bangunan bertingkat yang dikembangkan dan dioperasikan seperti hotel mewah.

Condotel umumnya terdapat di kota-kota besar dan daerah resort seperti di Bali. Hotel ini memiliki unit-unit kondominium yang memungkinkan seseorang untuk memiliki tempat liburan yang full-service. Ketika pemilik kondominium tidak menggunakan unit ini, mereka dapat memanfaatkan hasil pemasaran dan manajemen yang dilakukan oleh jaringan hotel untuk menyewa dan mengelola unit-unit kondominium itu seperti layaknya kamar hotel.

Hal yang menjadi faktor yang menguntungkan bagi pemilik kondominium adalah adanya kontribusi bagi hasil dari pendapatan sewa. Pendapatan sewa tersebut juga dibutuhkan perusahaan manajemen, untuk keperluan pemasaran, biaya operasional dan perawatan fasilitas seperti kolam renang dan sebagainya; termasuk FF & E (fixture, furniture and
equipment – perlengkapan, perabotan dan peralatan). Bagi hasil antara pemilik dan manajemen perusahaan bervariasi untuk setiap proyek condotel, namun dengan adanya persaingan antara proyek sejenis, investor dapat memilih unit condotel yang paling menguntungkan. Umumnya tingkat kembalian (yield) dari condotel antara 10%-15% per-tahun ditambah hak menginap selama lebih kurang 21 hari dalam setahun.

Kemudian mengenai leasehold dan freehold, sebenarnya istilah ini di adopsi dari jenis hak yang ada luar negeri, secara singkat dapat di uraikan sebagai berikut:

>. Leasehold adalah bentuk kepemilikan properti di mana satu pihak membeli hak untuk menempati tanah dan/atau bangunan untuk jangka waktu tertentu (jangka waktunya relatif panjang). Leasehold sebagai dokumen legalitas (hak) dapat diperjualbelikan di pasar terbuka. Leasehold berbeda dengan freehold dimana kepemilikan properti dimiliki untuk jangka waktu yang tak terbatas, dan juga berbeda dari persewaan dari properti secara berkala seperti mingguan, bulanan atau tahunan.
Sampai akhir masa leasehold, pemilik leasehold mempunyai hak untuk memperpanjang masa penyewaannya dengan membayar kompensasi. Jadi sebenarnya leasehold sudah diadopsi pada hak-hak tanah yang ada di Indonesia, seperti sertifikat HGB (Hak Guna Bangunan) dengan masa hak 30 tahun atau sertifikat Hak Pakai dengan masa hak 20 tahun,
dan sertifikat lainnya yang mempunyai batasan waktu. Untuk kepemilikan oleh perusahaan atau orang asing misalnya, digunakan jenis kepemilikan ini (leasehold).

>. Freehold adalah kepemilikan properti atas tanah dan semua struktur tak bergerak yang melekat pada tanah tersebut. Ini adalah kebalikan dari leasehold. Properti yang dimiliki meliputi tanah dan yang melekat pada tanah seperti: bangunan, pohon, atau sumber daya bawah tanah, tetapi tidak hal-hal seperti kendaraan atau ternak (yang bergerak); dan
kepemilikannya tidak ada batas waktu. Di Indonesia dikenal sebagai Hak Milik.

Prospek investasi kondotel dan vila di Bali cukup menarik. Kawasan pinggir pantai paling menjanjikan.
Dalam peta dunia Bali hanya sebuah titik. Tapi dalam peta pariwisata internasional Bali punya nama besar yang menyedot perhatian pelancong. Bertahun-tahun Pulau Dewata selalu masuk top three destination in the world. Hotel dan vilanya tidak pernah sepi penyewa. Tingkat hunian hotel berbintang di kawasan wisata seperti Legian, Seminyak, dan Kuta, rata-rata 70 persen.
Sepanjang 2007 Bali kedatangan 1,65 juta wisatawan asing. Tahun ini targetnya 1,9 juta. Belum terhitung wisatawan lokal. Ini lahan gemuk bisnis penginapan, hotel, dan vila. Untuk ikut menikmati bisnis itu Anda tidak harus punya hotel sendiri. Beberapa tahun ini banyak kondotel (kondominium hotel) ditawarkan di kawasan wisata Bali. Unit-unitnya dijual putus lalu dioperasikan menjadi hotel dengan pengelola chain hotel yang memiliki reputasi internasional.

Kuta-Seminyak-Pecatu
Kondotel di Legian dan Seminyak punya prospek menjanjikan. Kawasan ini menjadi jantung pariwisata Bali. Wisatawan asing dan lokal terkonsentrasi di sini. Demikian juga dengan hotel, resto, vila, art shop, hingga tempat hiburan malam. Kawasan itu hidup 24 jam. Tempat hiburan malam seperti Bounti di Jl Raya Legian bahkan sesak hingga dini hari.
Potensi inilah yang dilirik developer untuk menjajakan dagangannya. Jangan heran penjualan kondotel dan vila di Legian dan Seminyak laris manis. Anantara Seminyak (59 unit) yang dipasarkan sejak 2006 hampir habis. Padahal yang termurah harganya 300 ribu dolar AS atau hampir Rp3 miliar (tipe 70 m2).
Yang menarik konsumen diberi garansi investasi (return guarantee) antara 6 – 8 persen per tahun dalam dolar AS, selama 2 - 3 tahun pertama. Taruhlah harganya Rp2 miliar, garansi investasi enam persen. Maka konsumen akan menerima Rp120 juta/tahun. Angka ini diterima pada saat kondotel beroperasi, bisa juga dibayar di muka dipotong harga pembelian. Selain itu konsumen masih mendapat free stay 21 hari selama satu tahun. Ada yang menyebut return guarantee itu hanya marketing gimmick developer. Harga dinaikkan dulu dan selisih harga itu digunakan untuk membayar jaminan sewa.
Terlepas dari itu prospek investasi kondotel di Bali memang cukup menjanjikan. Hanya konsumen harus memperhatikan kelas hotel saat dioperasikan. Saat ini yang bagus pasarnya hotel bintang tiga dan empat. Tingkat hunian tertinggi di Bali adalah hotel bintang tiga. Tarif kamarnya sekitar Rp400 ribu – Rp600 ribu ++ per malam. Hal itu dibenarkan Kahar Salamun, GM All Seasons, hotel bintang tiga 120 kamar di kawasan Legian. “Saat ini hunian All Seasons mencapai 90 persen,” katanya.

Harga dan lokasi
Sebagai obyek investasi harga kondotel harus pantas. Kalau kelewat mahal hasilnya bisa jeblok. Taruhlah harga kondotel Rp2 miliar, kalau berharap keuntungan investasi (yield) 10 persen per tahun berarti nilainya Rp200 juta. Bagaimana mencapainya? Menurut Tony Eddy, Presdir Tony Eddy & Associates (TEA), konsultan properti yang pernah memasarkan kondotel di Bali, penghasilan pemilik hotel yang moderat pemilik kondotel per tahun adalah 1000 x tarif sewa per malam. Angka 1000 didapat dari 365 (jumlah hari/tahun) x [tingkat hunian kondotel rata-rata 60 persen x 45 persen (pendapatan bersih setelah dikurangi over head cost)]. Misalnya, Anda membeli kondotel Rp2 miliar/unit. Bila mengharapkan yield 10 persen atau Rp200 juta/tahun, berarti unit kondotel harus disewakan Rp2 juta/malam. Pertanyaannya, laku apa tidak? “Kalau tidak laku berarti harga kondotelnya terlampau mahal,” katanya.
Selain harga, keberhasilan kondotel juga ditentukan lokasi. Yang di prime area, yakni di dekat pantai memiliki prospek lebih bagus. Jangan heran hotel, kondotel, dan vila berjajar rapat di sepanjang pantai Kuta sampai Seminyak.

Wednesday, January 7, 2015

Investasi Condotel di Bali menguntungkan atau tidak?



Investasi Condotel di Bali menguntungkan atau tidak?
Apa itu Condotel ?




Condotel atau Condo Hotel adalah salah satu bentuk investasi di real estate yang paling menarik saat ini. Rata-rata setiap bulannya merek merek perhotelan besar seperti Trump, Ritz Carlston mengembangkan sebuah condotel baru di tempat tempat tujuan wisata.
Dari segi fisik, condotel tidak ada perbedaannya dengan hotel. yang membedakan condotel dengan hotel biasanya adalah dari segi kepemilikan. Untuk hotel umumnya dimiliki oleh 1 perusahaan, jadi seluruh keuntungan dari hotel tersebut masuk ke rekening perusahaan pengelola. Namun, pada condotel tiap orang boleh memiliki 1 unit kamar pada condo tersebut. Jadi ada 2 konsumen disini, konsumen pertama adalah orang yang membeli unit kamar hotel untuk disewakan kembali, konsumen kedua adalah orang yang menyewa kamar hotel tersebut (end user).
Konsumen pertama atau orang yang membeli unit kamar condotel untuk disewakan kembali akan mendapatkan keuntungan dari harga sewa hotel tersebut yang disewa oleh konsumen kedua (end user).
Kelebihannya adalah si konsumen pertama dalam pengelolaannya akan dibantu oleh pihak pengelola hotel atau manajemen pengembang hotel itu sendiri. si pemilik unit tidak perlu bersusah payah mengelola dan mempromosikan unitnya, hal itu akan dilakukan oleh pihak manajemen hotel atau condotel tersebut.
Dalam pengelolaannya pihak manajemen juga akan berlaku adil dalam memperlakukan semua unit-unit kamarnya, dengan memberikan porsi konsumen yang sama dan sesuai kebutuhan meskipun pemilik dari masing-masing unit berbeda.
Dari segi keuntungan pun, biasanya pihak manajemen hotel memberlakukan profit sharing atau sistem bagi hasil antara si pemilik unit dan manajemen hotel. Biasanya persentasenya pemilik unit - manajemen hotel 70=30 atau 60-40 tergantung kontrak kesepakatan.
Si pemilik unit hanya perlu menunggu laporan penjualan dari pihak manajemen hotel tiap bulannya dan mendapatkan sharing profit tiap bulannya. Simpel dan menguntungkan bukan?
jadi pada condotel, terdapat banyak kepemilikan untuk masing-masing kamarnya, hargapun menyesuaikan sesuai kelas kamarnya, ekonomi, VIP, VVIP, dan lain sebagainya.
Jadi, dengan memiliki 1 unit kamar condotel anda bisa merasakan rasanya memiliki hotel seperti Trump atau Hilton. Anda tertarik berinvestasi pada condotel?



Jika anda berminat untuk berinvestasi pada condotel, selanjutnya adalah mencari informasi tentang lokasi condotel yang kemungkinannya paling menguntungkan.
hotel yang paling menguntungkan adalah hotel yang tingkat huniannya tinggi, yang biasanya berlokasi di tempat tujuan pariwisata, khususnya Bali.
Hampir semua orang di Indonesia ataupun di seluruh dunia mengatakan Bali adalah tujuan pariwisita yang istimewa. Hal itu pula yang membuat banyak wisatawan berkunjung ke Bali setiap tahunnya, hingga tingkat hunian hotel di Bali selalu meningkat setiap tahunnya.
Bayangkan jika anda memiliki investasi condotel di Bali, yang berlokasi di tempat tujuan pariwisata paling diminati wisatawan dan memiliki tingkat hunian tinggi? seberapa besar keuntungannya? bukan tidak mungkin anda akan break event point dalam waktu singkat dan mampu membeli unit-unit condotel yang lainnya. Bahkan mungkin bisa memiliki 1 buah hotel secara utuh. Menyenangkan bukan?
Selain lokasi dari condotel, yang perlu dipertimbangkan adalah pihak pengelola hotelnya. Siapakah yang mendirikan hotel tersebut? bagaimana manajemennya? siapakah pihak pengelolanya? apakah bisa dipercaya atau tidak?
Karena yang akan me manage unit condo yang anda miliki adalah pihak pengelola hotel tersebut, jadi akan lebih mudah dikemudian hari jika pihak pengelolanya bisa dipercaya.